Rabu, 22 Agustus 2018

Kehidupan Terkadang Harus Merasakan Redupnya Cahaya Bulan







Warna sinar bulan, terutama di sekitar bulan purnama, tampak lebih kebiru-biruan dilihat mata manusia dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya. Cahaya bulan tidak benar-benar berwarna biru, dan meski sinar bulan sering disebut "keperakan", tetapi sebenarnya tidak memiliki kualitas keperakan yang lekat.  

Bulan adalah 0,136, artinya hanya 13,6% cahaya matahari yang menimpa bulan dipantulkan kembali dari Bulan. Cahaya bulan umumnya menghambat pengamatan astronomi, sehingga para astronom biasanya menghindari mengamati sesi di sekitar Bulan Purnama. Cahaya Bulan memerlukan waktu sekitar 1,26 detik untuk mencapai permukaan bumi. 

Saat gerhana bulan cahaya redup menjadi perlambang bahwa kehidupan itu ada masanya.  Kita tidak mungkin akan berada di posisi puncak.  Suatu saat kita akan bergeser itupun jika kita bisa antisipasi dan persiapkan geserannya tidak terasa. Proses alamiah alam sebuah proses kehidupan akan menjadi modal dasar dalam menghadapi tantangan jaman.  

Bersyukur dan berdoa serta ikhlas dalam menerima takdir Allah SWT kunci sukses dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia.  Kebahagiaan itu relatif dan selalu kita perjuangkan atas dasar nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran.  Tak selamanya redup suatu saat rembulan akan kembali bersinar untuk menghiasi jagad alam raya.  

WARNA-WARNI CAHAYA LANGIT


Selasa, 14 Agustus 2018

KOLABORASI MENGABDI UNTUK SENI

Satu tahun lalu tak terbayangkan akan berjumpa dengan pemerhati Kethek Ogleng.  Sutiman seorang pencipta tari dan Sukisno sebagai penggiat seni. Kerja keras dan dedikasi mendorong kami yang sebelumnya hanya mendengar dan melihat tergerak untuk menyumbangkan sedikit pemikiran untuk perkembangan tari Kethek Ogleng. Buku yang kami pegang merupakan karya bapak Sukisno yang kami edit bersama tim. Tim kami beranggotakan Bakti Sutopo dengan pengalaman bidang budaya sering diskusi dengan kolega dosen UGM. Tunggu sebentar lagi buku karya Agoes Hendriyanto akan segera terbit.  Selain itu artikel ilmiah akan segera terbit di International Journal Education dengan judul" BUILDING ECOLOGICAL INTELLEGENCY THROUGH INDONESIA LANGUAGE LEARNING BASED ON KETHEK OGLENG DANCE".  Hak Kekayaan Intelektual yang berkaitan dengan gerakan dasar akan segera dirilis.  Sukses selalu selalu berkarya bagi Negeri.

SELAMAT HARI JADI PACITAN KE 274